Katabolisme Lemak dan Protein

Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, katabolisme adalah reaksi penguraian senyawa kompleks (organik) menjadi sederhana (anorganik) yang menghasilkan energi. Nah jika anda ingin tahu bagaimana proses Katabolisme lemak dan protein, bacak penjelasan dibawah ini dengan seksama agar anda memahami katabolisme ini dengan baik.

Selain karbohidrat, bahan katabolisme untuk menghasilkan ATP (adenosina trifosfat) dapat berupa lemak dan protein. Jumlah ATP yang dihasilkan dalam katabolisme setiap satu molekul protein sama dengan karbohidrat, yaitu 38 ATP. Sementara itu, setiap satu molekul lemak dapat menghasilkan 46 ATP. Lemak dapat bersumber dari makanan ataupun jaringan lemak yang ada di bawah kulit. Lemak dikatabolisme manjadi gliserol dan asam lemak. Gliserol diubah menjadi PGAL (gliseraldehida fosfat), lalu masuk ke jalur respirasi glikolisis. Asam lemak diubah menjadi molekul-molekul asetil ko-A, kemudian masuk ke siklus Krebs.

Katabolisme Lemak dan Protein

Gambar Katabolisme Karbohidrat, Lemak, dan Protein (Credit to Pearson Education)

Protein dihidrolisis menjadi asam amino. Manfaat asam amino dapat digunakan sebagai bahan bakar setelah mengalami deaminasi (pelepasan nitrogen). Bahan yang tersisa lalu masuk ke jalur respirasi. Asam amino gliserin, serin, alanin, dan sistein, masuk ke jalur respirasi reaksi transisis setelah diubah menjadi asam piruvat. Asam amino fenilalanin, isoleusin, leusin, treonin, lisin, triptofan, dan tirosin masuk ke siklus Krebs setelah diubah menjadi asetil ko-A. Asparagin dan asam aspartat masuk ke siklus Krebs setelah diubah menjadi asam oksaloasetat. Sementara itu, glutamin, glutamat, arginin, histidin, dan prolin masuk ke siklus Krebs setelah diubah menjadi asam α-ketoglutarat.

Demikian penjelasan mengenai katabolisme lemak dan protein. Semoga dapat dipahami dan dimengerti oleh pembaca. Baca juga berbagai artikel pendidikan lainnya.