Aspek-Aspek Kecerdasan Emosi Menurut Para Ahli

Hingga saat ini belum ada alat ukur yang dapat digunakan untuk menilai kecerdasan emosi seseorang. Namun, terdapat beberapa aspek-aspek kecerdasan emosi yang mengindikasi seseorang memiliki kecerdasan emosional menurut para ahli.

Goleman (2009:45) menyatakan bahwa secara umum ciri-ciri seseorang memiliki kecerdasan emosi adalah mampu memotivasi diri sendiri, bertahan menghadapi frustasi, mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berfikir serta berempati dan berdoa. Selain itu Goleman (2009:58) merinci lagi aspek-aspek kecerdasan emosi secara khusus sebagai berikut:

  • Mengenali emosi diri, yaitu kemampuan individu yang berfungsi untuk memantau perasaan dari waktu ke waktu, mencermati perasaan yang muncul. Ketidakmampuan untuk mencermati perasaan yang sesungguhnya menandakan bahwa orang berada dalam kekuasaan emosi. Kemampuan mengenali diri sendiri meliputi kesadaran diri.
  • Mengelola emosi, yaitu kemampuan untuk menghibur diri sendiri, melepas kecemasan, kemurungan atau ketersinggungan dan akibatakibat yang timbul karena kegagalan ketrampilan emosi dasar. Orang yang buruk kemampuan dalam ketrampilan ini akan terus menerus bernaung melawan perasaan murung, sementara mereka yang pintar akan dapat bangkit kembali jauh lebih cepat. Kemampuan mengelola emosi meliputi kemampuan penguasaan diri dan kemampuan menenangkan kembali.
  • Memotivasi diri sendiri, yaitu kemampuan untuk mengatur emosi merupakan alat untuk mencapai tujuan dan sangat penting untuk memotivasi dan menguasai diri. Orang yang memiliki keterampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam upaya apapun yang dikerjakannya. Kemampuan ini didasari oleh kemampuan mengendalikan emosi , yaitu menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati. Kemampuan ini meliputi: pengendalian dorongan hati, kekuatan berfikir positif dan optimis.
  • Mengenali emosi orang lain, kemampuan ini disebut empati, yaitu kemampuan yang bergantung pada kesadaran diri emosional, kemampuan ini merupakan ketrampilan dasar dalam bersosial. Orang empatik lebih mampu menangkap sinyal-sinyal sosial tersembunyi yang mengisyaratkan apa yang dibutuhkan orang atau dikehendaki orang lain.
  • Membina hubungan. Seni membina hubungan sosial merupakan keterampilan mengelola emosi orang lain, meliputi ketrampilan sosial yang menunjang popularitas, kepemimpinan dan keberhasilan hubungan antar pribadi.

Aspek-Aspek Kecerdasan Emosi

Sedikit berbeda dengan pendapat Goleman, menurut Tridhonanto (2009:5) aspek kecerdasan emosi adalah:

  • Kecakapan pribadi, yakni kemampuan mengelola diri sendiri.
  • Kecakapan sosial, yakni kemampuan menangani suatu hubungan.
  • Keterampilan sosial, yakni kemampuan menggugah tanggapan yang dikehendaki orang lain.

Jika kita menghubungkan pendapat Tridhonanto dan Goleman maka kita dapat menyimpulkan bahwa dalam kecakapan pribadi terdapat aspek-aspek kecerdasan emosi yaitu mengenali emosi diri, mengelola emosi diri dan memotivasi diri sendiri. Kemudian dalam kecakapan sosial terdapat aspek kecerdasan emosi yaitu mengenali emosi orang lain. Sedangkan keterampilan sosial menurut Al Tridhonanto terdapat aspek kecerdasan emosi yaitu membina hubungan.

Referensi:

  • Goleman, Daniel. 2009. Kecerdasan Emosional : Mengapa EI lebih penting daripada IQ. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
  • Agency, B. dan Tridhonanto, A. (2009). Melejitkan Kecerdasan Emosi Buah Hati. Elex Media Komputindo: Jakarta.

Aspek-aspek kecerdasan emosi menurut para ahli tersebut di atas kami rangkum dari pendapat Goleman dan Tridhonanto.

Leave a Comment