Jenis-Jenis Longsoran Lereng Batuan

Tujuan pembelajaran materi jenis-jenis longsoran lereng batuan adalah memahami dan mampu menyebutkan jenis-jenis longsoran pada lereng batuan, penyebab dan ciri-cirinya.

Ciri-ciri Longsoran lereng batuan yaitu:

  • Pergerakan material longsor cukup cepat pada konsisi lereng yang hampir vertikal.
  • Jenis material ynag bergerak berupa batuan.
  • Dapat terjadi tipe jatuh bebas, runtuhan dan menggelundung.
  • Kejadian pada lereng batuan yang kemiringannya hampir vertikal.

Longsoran lereng batuan dapat terjadi umumnya dipengaruhi oleh kondisi ketidak selarasan antara keberadaan saat proses pembentukannya di alam dan kondisi ikatan antar batuan yang diidentifikasi sebagai ketidakselarasan (Discontinuity Pattern). Pengaruh ketidakselarasan dapat memmpengaruhi nilai kuat gesernya (an increase of shear strength) dan kekuatan material pembentuk lereng (a decrease of material strength) sebagaimana dapat dilihat pada Gambar di bawah ini. Discontinuity Patteren pada Gambar ditunjukkan pada “bedding plane”, “joint fractures” dan arah orientasi “slump thick debris”.

Gambar Kondisi ketidakselarasan terhadap tingkat Stabilitas Lereng Batuan
Gambar kondisi ketidakselarasan terhadap tingkat Stabilitas Lereng Batuan

Faktor penyebab atau pemicu (trigger factors) terjadinya longsoran antara lain proses lapukan batuan, air yang berinteraksi pada lereng dan getaran misalnya akibat oleh magnitude gempa.

Terdapat jenis-jenis longsoran lereng batuan yang sering dijumpai di Indonesia yaitu: runtuhan (rock fall failures), jungkiran batuan (topple failures), dan baji (wedge failures).

Baca juga:
Pengertian lereng dan longsoran

Runtuhan batuan tergantung dari susunan pelapisan batuan dan dampak adanya geologi struktur yang berkembang seperti susunan joint kekar yang melemah teridentifikasi di (menunjukkan ketidakselarasan sehingga memisahkan antar fragment batuan) sehingga mengakibatkan terjadinya runtuhan batuan:

A. Runtuhan Batuan

Jika pelapisan batuan tersusun dan mempunyai kemiringan atau inclinasi tertentu serta teridentifikasi adanya joint kekar yang melemah antar fragment batuan maka akan berpotensi terjadinya luncuran yang juga sebagai runtuhan bongkah batuan (blok rocks), serta diperlihatkan pada Gambar.

Jika pelapisan batuan sulit teridentifikasi tetapi dijumapai adanya indikasi beberapa joint kekar yang melemah maka akan berpotensi mengalami runtuhan batuan (Rock Fall) Gambar di bawah ini.

Gambar Runtuhan Batuan
Gambar Runtuhan Batuan

B. Jungkiran Batuan (Rock Toppling)

Potensi runtuhan batuan berupa jungkiran (toppling) diidentifikasi karena adanya pelapisan batuan yang juga sebagai joint kekar dan teridentifikasi mulai melemah sehingga akan berpotensi menyebabkan longsoran jungkiran batuan. Longsoran jungkiran ini dapat terjadi karena adanya pemicu seperti :

  • Adanya aliran air disela-sela joint kekar pada lerengnya.
  • Hilangnya ikatan antar fragment batuan karena butiran halus hilang terbawa oleh air.
  • Terdapat kondisi joint kekar vertikal yang mulai melemah.
  • Terdapat pola joint kekar horizontal yang memisahkan blok fragment batuan.
  • Terdapat beberapa tempat yang sudah mulai runtuh karena oleh air atau getaran.

Ciri-ciri jungkiran batuan yaitu:

  • Dilapangan terlihat adanya runtuhan jungkiran.
  • Perlapisan batuan tersusun vertikan tetapi sudah mulai terlihat pola joint strukturnya tidak menunjukkan keselarasan lagi.
  • Terlihat adanya indikasi joint kekar yang tidak hanya vertikal tetapi juga horizontal.L)
Gambar Longsoran Jungkiran Batuan
Gambar Longsoran Jungkiran Batuan

C. Longsoran Runtuhan Baji (Wedge/Jatuhan)

Wedge/jatuhan (di atas atau di bawah jalan) adalah longsoran batuan dengan bidang keruntuhan adalah bentuk baji (wedge). Longsoran Wedge ini biasanya terjadi sepanjang bidang keruntuhan (distingtif) yang terbentuk karena adanya perpotongan 2 (dua) atau lebih joint kekar yang mengalami pelemahan sehingga keserasian (discontinuity pattern) yang berupa joint kekar tersebut menurun. Tipe longsoran baji terdiri dari blok utuh dari tanah atau batu bergerak satu kesatuan:

Gambar Longsoran Baji
Gambar Longsoran Baji
  • Longsoran blok biasanya terjadi sepanjang distingtif bidang lungsor, atau terbentuk oleh perpotongan joint alamiah batuan atau tanah.
  • Bidang runtuh biasanya terdiri dari material lemah atau joint yang sudah tidak ada material ikatan/pengisinya (infilling)

Jenis-Jenis longsoran lereng batuan terdiri dari runtuhan batuan, jungkiran batuan, dan runtuhan baji. Pahami pengertian, penyebab, dan ciri-cirinya.