Jenis-Jenis Longsoran Lereng Tanah

Jenis-jenis longsoran lereng tanah perlu dipahami terutama bagi anda yang bekerja di bagian penanganan longsoran jalan. Longsoran lereng tanah umumnya merupakan lereng yang dibentuk oleh kegiatan manusia dalam mengakomodasi ketentuan per-undang-undang-an jalan pada pembangunan infrastruktur jaringan jalan dan jembatan.

Secara garis besar, ada 4 jenis longsoran lereng tanah yaitu Longsoran Aliran Tanah (Earth Mud Flows), Longsoran Aliran Tanah Berjenjang (Rotasi), Longsoran Translasi atau Plannar, dan Longsoran Aliran Bahan Rombakan (debris flow).

A. Longsoran Aliran Tanah (Earth Mud Flows)

Ciri-ciri longsoran aliran tanah yaitu tidak terbentuk alur air, tanah, batuan dan tumbuhan meskipun bergerak sepanjang lereng dan umumnya terjadi pada lereng yang relatif tegak serta tidak dijumpai keruntuhan pada bagian bawah lereng.

Longsoran Aliran Tanah
Gambar Longsoran Aliran Tanah (Earth Mud Flows)h

1. Longsoran Aliran Tanah Lumpur

Aliran Tanah Lumpur (mud flood) adalah jenis longsoran yang merupakan aliran Lumpur (diatas atau dibawah jalan) dan biasanya berupa suatu keruntuhan dangkal hanya dipermukaan tanah saja yang mengalir dengan membawa material yang selanjutnya tersusun di bagian kaki lereng tetapi dapat mempengaruhi berkurangnya tingkat stabilitas lereng secara keseluruhan diperlihatkan pada gambar di bawah ini. Umumnya material yang dibawa berupa lumpur tanah dan pasir serta kadang dijumpai batuan.

Aliran Tanah Lumpu
Gambar Aliran Tanah Lumpur

Ciri-ciri aliran lumpur:

  • Aliran lumpur terdiri dari tanah sangat jenuh yang mudah mengalir (seperti air) kearah bawah.
  • Aliran jenuh air ini sering terjadi tanpa ada tanda-tanda terlebih dahulu setelah hujan lebat.
  • Selain itu aliran lumpur sering terjadi pada tanah yang mengandung tanah dan lanau tanpa atau dengan lempung.
  • Dapat terjadi baik di atas maupun di bawah jalan.

2. Longsoran Runtuhan Debris (bahan rombakan)

Runtuhan Debris berupa bahan rombakan terjadi karena lereng tersusun oleh material yang sudah mengalami degradasi seperti mengalami proses pelapukan, sehingga dengan sedikit gangguan akan mengalami keruntuhan.

Longsoran Runtuhan Debris

Ciri-ciri Longsoran Debris:

  • Longsoran debris (bahan rombakan) terjadi karena fragmen batuan yang menyusun lereng mengalami degradasi seiring dengan perubahan waktu.
  • Degradasi dapat terjadi karena gangguan mekanik atau iklim yang juga dipicu adanya proses oksidasi yang mengubah karakteristiknya secara fisik dan kimia.

B. Longsoran Aliran Tanah Berjenjang (Rotasi)

Ciri-ciri aliran tanah berjenjang (rotasi) yaitu terjadi pada material baik tanah maupun debris batuan yang dikenal dengan tanah colluvial. Pada umumnya terjadi pada material yang tidak terkonsolidasi (seperti tanah dan debris). Kebanyakan kasus terjadi pada lereng dengan kemiringan sedang sampai tegak

Longsoran Aliran Tanah Berjenjang
Gambar Longsoran Aliran Tanah Berjenjang

Longsoran ini terjadi susul-menyusul yang berjenjang pada aliran lumpur ini banyak dijumpai pada daerah pegunungan dan dipengaruhi oleh tingkat kejenuhan air yang meningkat secara signifikan, misalnya terdapat pepohonan di bagian atas lerengnya seperti diperlihatkan pada gambar. Dengan terjadinya longsoran, maka lereng di bagian atasnya akan kehilangan tahanan lateral di bagian bawah meka mengalami longsor, sehingga material longsoran ini menjadi beban lereng dibawahnya dan mengalami longsoran susulan berantai sehingga dikenal dengan mengalami longsoran rotasi.

Longsoran Rotasi disebabkan keseimbangan antara beban yang mengakibatkan momen pendorong (MD-Driving Moment) tidak mampu didukung oleh tahanan yang menginterpretasikan momen penahan (MRResistance Moment).

Ciri-ciri Longsoran Rotasi

  • Seperti halnya Aliran Tanah Lumpur tetapi material longsoranya cenderung merupakan bongkahan tanah.
  • Material longsoran pada suatu saat terhenti dengan dan berpotensi sebagai beban pada lereng dibawahnya sehingga terjadi longsoran susulan berantai atau menjadi Longsoran Rotasi.

C. Longsoran Translasi atau Plannar

Ciri-ciri longsoran translasi (plannar) yaitu pergerakan lereng berupa tanah atau batuan pada bidang lereng yang merupakan material lemah dan umumnya terjadi pada lereng dengan kemiringan sedang sampai tegak material dengan geologi batuan dasar yang mempunyai nilai kuat geser rendah.

Longsoran Translasi
Longsoran Translasi

1. Longsoran Rayapan Tanah

Longsoran lereng translasi ini seperti halnya longsoran rayapan hanya perbedaannya pada bagian kaki lereng terdapat material longsor yang volumenya dapat semakin meningkat secara signifikan bila dibagian atas lereng mengalami gangguan, misalnya akibat adanya beban diatasnya baik beban timbunan maupun lereng yang mengalami penjenuhan.

Ciri-ciri Longsoran Translasi:

  • Di lereng bagian atas telah mengalami keruntuhan dan dicirikan adanya retak-retak memanjang.
  • Pergerakan longsoran cukup cpat dan mendorong material dibawahnya.
  • Pada bagian kaki lereng teridentifikasi adaya tumpukan material.

2. Longsoran Rayapan Blok Bongkahan Material

Longsoran Rayapan terjadi dengan pergerakan lambat karena lapisan material berada diatas lapisan tanah/batuan yangkedap air. Longsoran rayapan ini umumnya mencakup daearh yang luas dan semakin mengalami jenuh maka akan semakin bergerak.

Ciri-ciri longsoran creep (rayapan):

  • Dipermukaan dapat teridentifikasi adanya retakan yang memanjang dan searah dengan pergerakannya.
  • Beberapa bangunan dan tumbuhan yang berada diatasnya mulai terlihat mengalami kemiringan.

3. Longsoran Rayapan Menyebar

Longsoran juga dapat bersifat menyebar dan banyak secara horizontal yang umumnya terjadi pada daerah yang didominasi material dengan butiran halus seperti pasir dan tanah lempung atau lanau. Material longsor bergerak sesuai dengan arah aliran air dan pada kondisi deras maka akan mengikis lapisan lempung lanau pasiran tersebut selanjutnya terbawa arus air dan diperlihatkan pada Gambar.

Aliran air yang membawa butiran halus timbul karena air yang teridentifikasi mengalir dilapangan tertahan oleh lapisan yang kedap air

Ciri-ciri Longsoran Menyebar

    • Dijumpainya alur air yang membawa material longsor barupa lanau, lempung dan pasir.
    • Material yang berat (butiran kasar) akan tertinggal dan yang ringan (butiran halus) akan terbawa air.
    • Terdapat retak-retak di permukaannya yang diakibatkan oleh proses adanya butiran halus lepas hanyut terbawa air.

D. Longsoran Aliran Bahan Rombakan (Debris Flow)

Debris Flow
Gambar Debris Flow (credit to USGS)

Ciri-ciri Longsoran Aliran Bahan Rombakan (debris flow):

  • Kecepatan pergerakan dapat sangat cepat mengikuti kanal alam yang terbentuk oleh aliran air, tanah, batuan dan vegetasio sehingga terbentuk Sistem Kanal Drainase Alam.
  • Longsoran aliran bahan rombakan ini sering terjadi diperbukitan dan tepatnya pada bagian lembah diantara bukit yang mengapitnya.
  • Material yang dibawa longsor sangat beragam mulai dari tanah, pasir dan kerikil, serta bongkahan yang disertai dengan bahan lain seperti patahan tranting, dahan dan kayu dari pohon yang tumbang.
  • Jika bergerak dan tertahan di salah satu tempat maka tidak lagi dapat menahan aliran air dari hulu (bukit) maka akan longsoran aliran yang lebih besar dan umumnya disebut banjir bandang.

Sehingga dapat dinyatakan bahwa longsoran aliran yang terjadi pada umumnya pada tanah yang bercampur dengan material bahan rombakan lainnya dan diindikasikan merupakan pergerakan material yang menyerupai fluida kental. Permukaan gelincir pada bidang material yang bergerak dapat berupa permukaan tajam dengan perbedaan pergerakan atau menggambarkan suatu zona distribusi geser. Rentang pergerakan mulai dari sangat lambat sangat sampai sangat cepat sesuai kondisi semakin tertahan aliranya akan lambat tetapi bila tidak tertahan lagi maka akan mengalir sangat cepat dengan energi yang besar.

Ciri-ciri pergerakan aliran pada tanah:

  • Pergerakan aliran terjadi ketika kondisi internal dan eksternal menyebabkan tanah berperilaku seperti cairan dan mengalir ke bawah meskipun kemiringan lerengnya landai;
  • Tanah mengalir bergerak ke berbagai arah serta tidak memiliki permukaan keruntuhan yang terdefinisi secara jelas;
  • Permukaan keruntuhan berganda terbentuk dan berubah secara terus menerus selama proses aliran terjadi; dan
  • Pergerakan aliran terjadi pada tanah kering maupun tanah basah.

Ciri-ciri Longsoran Aliran Bahan Rombakan

  • Dijumpai material longsor yang beraneka macam mulai dari tanah, pasi, kerikil dan bongkahan serta lumpur.
  • Dijumpai ranting, dahan dan batang pohon yang terbawa longsor.

Sekian penjelasan jenis-jenis longsoran lereng tanah. Setelah membaca artikel di atas, makan sekarang anda sudah tahu bahwa ada 4 jenis longsoran lereng tanah yaitu Longsoran Aliran Tanah (Earth Mud Flows), Longsoran Aliran Tanah Berjenjang (Rotasi), Longsoran Translasi atau Plannar, dan Longsoran Aliran Bahan Rombakan (debris flow). Selanjutnya dibaca juga stabilitas lereng terhadap longsoran.