Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Para Ahli

Apa itu hak asasi manusia (HAM) ? Ada beberapa pengertian hak asasi manusia (HAM) menurut para ahli yang perlu ada ketahui. Istilah HAM dalam bahasa Prancis ”droit de’home”. Adapun dalam bahasa Inggris ”human rights” dan dalam bahasa Belanda ”memen rechten”. Secara umum pengertian HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki setiap manusia, dibawa sejak lahir sebagai anugrah dari tuhan. Artinya HAM ini bukan diberikan atau pemberian orang lain, golongan, atau negara. Oleh sebab itu pula hak asasi tidak dapat diambil atau dicabut, diabaikan, dikurangi atau dirampas oleh suatu kekuasaan melainkan harus dihormati, dijunjung tinggi, dipertahankan dan dilindungi.

Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Tuhan YME dengan segala kesempurnaanya. Salah satu kesempurnaan yang diberikan Tuhan YME kepada manusia adalah “akal dan pikiran” yang membuat kita berbeda dengan makhluk lain. Sejak diciptakan dan dilahirkan manusia sudah dianugerahi hak-hak yang melekat pada dirinya dan harus dihormati oleh manusia yang lainnya. Hak tersebut dikenal dengan istilah hak asasi manusia (HAM).

Hak asasi manusia adalah hak dasar atau hak pokok yang melekat pada diri manusia sejak manusia diciptakan sebagai anugerah Tuhan YME Hak yang dimiliki setiap orang tentunya tidak dapat dilaksanakan sebebas-bebasnya, karena ia berhadapan langsung dan harus menghormati hak yang dimiliki orang lain. HAM terdiri atas dua hak yang paling fundamental, yaitu hak persamaan dan hak kebebasan. Tanpa adanya kedua hak ini maka akan sangat sulit untuk menegakkan hak asasi lainnya.

Pengakuan terhadap hak asasi manusia (HAM) pada hakikatnya merupakan penghargaan terhadap segala potensi dan harga diri manusia menurut kodratnya. Tetapi kita tidak boleh lupa bahwa hakikat tersebut tidak hanya mengundang hak untuk menikmati kehidupan secara kodrati. Sebab dalam hakikat kodrati itupun terkandung kewajiban pada diri manusia tersebut. Tuhan memberikan sejumlah hak dasar tadi dengan kewajiban membina dan menyempurnakannya.

Pengertian Hak Asasi Manusia

Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM)

a. Pengertian HAM menurut John Locke

John Locke menyatakan bahwa hak asasi manusia (HAM) adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati. Oleh sebab itu, tidak ada kekuasaan apapun di dunia yang dapat mencabutnya. Hak sifatnya sangat mendasar bagi hidup dan kehidupan manusia dan merupakan hak kodrati yang tidak bisa terlepas dari dan dalam kehidupan manusia.

b. Pengertian HAM Menurut Prof. Mr. Koentjoro Poerbapranoto

Salah satu tokoh nasional yang memberikan batasan tentang hak asasi manusia adalah Prof. Mr. Koentjoro Poerbapranoto. Menurutnya, hak asasi manusia adalah hak yang bersifat asasi, artinya hak-hak yang dimiliki manusia menurut kodratnya yang tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya sehingga sifatnya suci.

c. Pengertian HAM Menurut UU 39/1999

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Pasal 1 menyebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”.

d. Pengertian HAM Menurut Prof. Miriam Budiharjo

Definisi HAM menurut Miriam Budiarjo adalah hak yang diperoleh dan dibawa bersamaan dengan kelahiran atau kehadiran manusia didalam kehidupannya di masyarakat.

e. Universal Declaration of Human Rights

Menurut Piagam Hak Asasi Internasional konsepsi HAM yang tercantum dalam Universal Declaration of Human Rights yangmana sebenarnya merupakan perkembangan dari ajaran F.D. Roosevelt, yaitu 4 kebebasan (The four Freedom) yang terdiri atas Kebebasan mengeluarkan pendapat dan berkarya, Kebebasan beragama, Kebebasan dari rasa takut, dan Kebebasan dari kemiskinan.

Berdasarkan rumusan-rumusan hak asasi manusia tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa HAM merupakan hak yang melekat pada diri manusia yang bersifat kodrati dan fundamental sebagai suatu anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang harus dihormati, dijaga, dan dilindungi oleh setiap individu, masyarakat, atau negara.

Dengan demikian, hakikat penghormatan dan perlindungan terhadap HAM ialah menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui aksi keseimbangan. Keseimbangannya adalah antara hak dan kewajiban serta keseimbangan antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum. Upaya menghormati, melindungi, dan menjunjung tinggi HAM menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama antara individu, pemerintah, dan negara.

Jadi, dalam memenuhi dan menuntut hak tidak terlepas dari pemenuhan kewajiban yang harus dilaksanakan. Begitu juga dalam memenuhi kepentingan perseorangan, kepentingan tersebut tidak boleh merusak kepentingan kepentingan umum.

Dari penjelasan artikelensi diatas kini anda telah paham pengertian hak asasi manusia (HAM) menurut para ahli. Sekarang kita beralih untuk menyimak apa ciri-ciri HAM.