Pengertian Kecerdasan Emosi

Pernahkah anda mendengar kecerdasan emosi (emotional quotient/EQ)? Apa itu EQ? Pengertian kecerdasan emosi mutlak perlu anda pahami mengingat IQ dan EQ menentukan kesuksesan hidup seseorang sebagai makhluk sosial.

Istilah kecerdasan emosional muncul secara luas pada pertengahan tahun 1990-an. Gardner (Goleman, 2009:51-53) menyatakan 8 kecerdasan pada manusia (kecerdasan majemuk). Adapun Goleman (2009:50) menyatakan bahwa kecerdasan majemuk menurut Gardner adalah manisfestasi dari penolakan akan pandangan intelektual quotient (IQ). Salovey (Goleman, 2009:57) menempatkan kecerdasan pribadi dari Gardner sebagai definisi dasar dari kecerdasan emosional. Kecerdasan yang dimaksud adalah kecerdasan antar pribadi dan kecerdasan intrapribadi. Kecerdasan emosi dapat menempatkan emosi individu pada porsi yang tepat, memilah kepuasan dan mengatur suasana hati (mood). Koordinasi suasana hati inilah yang menjadi inti hubungan sosial yang baik.

Goleman (2009:45) menyatakan kecerdasan emosi adalah kemampuan emosi yang meliputi kemampuan untuk mengendalikan diri, memiliki daya tahan ketika menghadapi suatu masalah, mampu mengendalikan impuls, memotivasi diri, mampu mengatur suasana hati, kemampuan berempati dan membina hubungan dengan orang lain.

Pengertian Kecerdasan Emosi

Kecerdasan emosi dapat menempatkan emosi seseorang pada porsi yang tepat, memilah kepuasan dan mengatur suasana hati. Koordinasi suasana hati adalah inti dari hubungan sosial yang baik. Jika seseorang pandai menyesuaikan diri dengan suasana hati individu yang lain atau dapat berempati, orang tersebut akan memiliki tingkat emosional yang baik dan akan lebih mudah adaptasi dalam pergaulan sosial serta lingkungannya.

Mayer dan Salovey (Makmun Mubayidh 2006:15) menyatakan Kecerdasan emosi adalah suatu kecerdasan sosial yang berkaitan dengan kemampuan individu dalam memantau baik emosi dirinya maupun emosi orang lain, dan juga kemampuannya dalam membedakan emosi dirinya dengan emosi orang lain, dimana kemampuan ini digunakan untuk mengarahkan pola pikir dan perilakunya.

Selain itu, Robert dan Cooper (Ary Ginanjar Agustian, 2001:44) menyatakan bahwa kecerdasan emosi adalah kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, emosi, koneksi dan pengaruh yang manusiawi. Individu yang mampu memahami emosi individu lain, dapat bersikap dan mengambil keputusan dengan tepat tanpa menimbulkan dampak yang merugikan kedua belah pihak. Emosi dapat timbul setiap kali individu mendapatkan rangsangan yang dapat mempengaruhi kondisi jiwa dan menimbulkan gejolak dari dalam. Emosi yang dikelola dengan baik dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberhasilan dalam berbagai bidang karena pada waktu emosi muncul, individu memiliki energi lebih dan mampu mempengaruhi individu lain. Segala sesuatu yang dihasilkan emosi tersebut bila dimanfaatkan dengan benar dapat diterapkan sebagai sumber energi yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas,mempengaruhi orang lain dan menciptakan hal-hal baru.

Adapun definisi kecerdasan emosi menurut Shapiro (2001:5) yaitu himpunan suatu fungsi jiwa yang melibatkan kemampuan memantau intensitas perasaan atau emosi, baik pada diri sendiri maupun pada orang lain. Individu memiliki kecerdasan emosional tinggi memiliki keyakinan tentang dirinya sendiri, penuh antusias, pandai memilah semuanya dan menggunakan informasi sehingga dapat membimbing pikiran dan tindakan.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut maka dapat kita simpulkan bahwa pengertian kecerdasan emosi adalah kemampuan merasakan dan memahami secara lebih efektif terhadap daya kepekaan emosi meliputi kemampuan memotivasi diri sendiri atau orang lain, pengendalian diri (self control), mampu memahami perasaan orang lain dengan efektif, dan mampu mengelola emosi yang dapat digunakan untuk membimbing pikiran sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat.

Referensi:

  • Agustian, Ary Ginanjar, 2001, Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual– ESQ, Jakarta: Penerbit Arga.
  • Goleman, Daniel. 2009. Kecerdasan Emosional : Mengapa EI lebih penting daripada IQ. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama
  • Mubayidh, Makmun. 2006 .Kecerdasan dan Kesehatan Emosional Anak: Referensi Penting Bagi Para Pendidik dan Orang tua. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar
  • Shapiro, E. L. (2001). Mengajarkan Emotional Intelligence Pada Anak. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama