Sejarah Perkembangan Sosiologi Terlengkap

Sejarah perkembangan sosiologi sebagai disiplin ilmu menarik untuk diamati. Karena sosiologi erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat maka perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat menjadi subjek penelitian dalam sosiologi.

Sosiologi termasuk ilmu yang paling muda dibandingkan dengan ilmu-ilmu sosial lain. Sejak abad pencerahan (abad ke 17 M), terjadi sejumlah perubahan besar di dunia, terutama di Eropa. Namun, perubahan yang revolusioner terjadi sepanjang abad ke 18 M. Perubahan tersebut di revolusioner karena dengan cepat struktur/tatanan masyarakat lama berganti dengan struktur baru.

Sejarah Perkembangan Sosiologi

Sejarah Perkembangan Sosiologi
Revolusi Industri Memaikan Peran Dalam Sejarah Perkembangan Sosiologi

Revolusi sosial selama abad ke 18 M, paling jelas tampak pada Revolusi Amerika, Revolusi Industri, dan Revolusi Perancis. Ketiga revolusi tersebut memiliki pengaruh ke seluruh dunia. Gejolak selama masa revolusi itu menyadarkan para ilmuwan pada pemikiran bahwa perubahan masyarakat seharusnya dapat dianalisis.

Sejak abad ke 19 M, sejumlah ilmuwan menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban masyarakat. Untuk membangun teori ini perhatian mereka tercurah pada perbandingan masyarakat dan peradaban manusia dari masa ke masa.

Ilmuwan yang hingga kini diakui sebagai Bapak Sosiologi adalah Auguste Comte. Rintisan Comte mendapatkan sambutan luas. Hal ini tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar sosiologi antara lain Pitirim A Sorokin, Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, George Simmel, dan Max Weber.

Herbert Spencer memperkenalkan pendekatan analogi organik yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang saling memiliki ketergantungan antara satu sama lain.

Karl Marx memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis yang menganggap konflik antar kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat.

Emile Durkheim memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial.

Max Weber memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman) yang berupaya menelusuri nilai, kepercayaan, tujuan, dan sikap yang menjadi perilaku manusia.

Banyak ilmuwan besar pada zaman dahulu seperti Aristoteles beranggapan bahwa manusia terbentuk begitu saja tanpa ada pihak yang dapat mencegah, masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran.

Pendapat tersebut kemudian ditegaskan oleh para pemikir abad pertengahan seperti Agustinus, Ibu Sina, dan Thomas Aquinas. Mereka berpendapat bahwa sebagai makhluk hidup yang fana, manusia tidak dapat mengetahui, apalagi menentukan apa yang akan terjadi pada masyarakat. Sehingga pertanyaan dan pertanggungjawaban ilmiah belum terpikirkan pada zaman ini.

Berkembangnya ilmu pengetahuan pada abad pencerahan (sekitar abad 17 M) ikut mempengaruhi pandangan mengenai perubahan masyarakat. Ciri-ciri ilmiah mulai tampak pada abad ini. Para ahli sosiologi pada zaman itu berpendapat bahwa pandangan mengenai perubahan masyarakat harus berpedoman pada akal budi manusia.

1. Pengaruh Perubahan Yang Terjadi Pada Abad Pencerahan

Perubahan-perubahan besar pada abad pencerahan terus berkembang secara revolusioner selama abad ke 18 M. Struktur masyarakat berganti dengan struktur yang lebih baru dengan cepat. Hal ini terlihat dengan jelas terutama pada revolusi Amerika, Revolusi Industri, dan Revolusi Perancis. Gejolak-gejolak yang diakibatkan oleh ketiga revolusi ini terasa pengaruhnya di seluruh dunia. Para ilmuwan tergugah, mereka pun mulai menyadari pentingnya menganalisis perubahan masyarakat.

2. Gejolak Abad Revolusi

Perubahan yang terjadi akibat revolusi benar-benar mencengangkan. Struktur masyarakat yang sudah berlaku ratusan tahun rusak. Bangsawan dan kaum rohaniwan yang semula bergemilang harta dan kekuasaan, disetarakan haknya dengan rakyat jelata. Raja yang semula berkuasa penuh, kini harus memimpin berdasarkan undang-undang yang ditetapkan. Banyak kerajaan besar di Eropa yang jaruh dan terpecah. Bagaimanapun Revolusi Perancis berhasil mengubah struktur masyarakat feodal menjadi masyarakat yang bebas dan berdemokrasi.

Gejolak abad revolusi tersebut mulai menyadarkan para ilmuwan. Mereka menyaksikan bagaimana perubahan masyarakat yang besar telah membawa korban banyak berupa perang, kemiskinan, pemberontakan, dan kerusuhan. Bencana itu dapat dicegah seandainya perubahan masyarakat sudah diantisipasi sejak dini.

Perubahan drastis yang terjadi selama abad revolusi menguatkan pandangan betapa perlu adanya penjelasan rasional untuk perubahan masyarakat. Artinya perubahan masyarakat itu bukan merupakan nasib yang harus diterima begitu saja (bersifat given), tapi perubahan masyarakat haruslah dapat diketahui faktor penyebab dan dampak akibatnya.

Jadi harus dicari metode ilmiah yang jelas agar dapat menjadi alat bantu untuk menjelaskan perubahan masyarakat dengan bukti-bukti yang kuat serta masuk akal.

Dengan metode ilmiah yang tepat yaitu dengan penelitian yang dilakukan secara berulang-ulang, penjelasan yang teliti, dan perumusan teori berdasarkan pembuktian, perubahan masyarakat sudah diantisipasi sebelumnya sehingga krisis sosial yang parah dapat dicegah.

3. Kelahiran Sosiologi Modern

Sejarah perkembangan sosiologi modern tumbuh pesat di benua Amerika tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada. Lantas mengapa bukan di Eropa yang merupakan tempat sosiologi pertama kali muncul?

Pada awal abad ke 20 M, terjadi gelombang besar imigran ke Amerika Utara. Gejala ini mengakibatkan pertumbuhan penduduk yang tinggi, munculnya kota-kota industri baru, meningkatnya jumlah kriminalitas, dan lain-lain. Konsekuensi gejolak sosial ini mengakibatkan perubahan masyarakat menjadi tak dapat dihindari lagi.

Perubahan masyarakat ini menyadarkan para ilmuwan sosial untuk berpikir keras. Hal ini karena untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi lama ala Eropa tidak relevan lagi. Mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Oleh sebab itu lahirlah ilmu sosiologi modern.

Berlawanan dengan pendapat sebelumnya. Pendekatan sosiologi modern cenderung mikro (lebih sering disebut pendekatan empiris). Artinya perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial demi fakta sosial yang muncul. Berdasarkan fakta sosial itu dapat ditarik kesimpulan perubahan masyarakat secara menyeluruh. Sejak saat itulah disadari arti pentingnya penelitian (research) dalam sosiologi.

Demikian sejarah perkembangan sosiologi terkait perubahan masyarakat sejak dahulu hingga kini. Semoga bermanfaat bagi pembaca artikelensi. Baca juga artikelensi lain untuk menambah wawasan anda.